Info seputar pangan nasional dan dunia

Supply Chain Management Petani Sayuran





Sayuran merupakan aspek vital dalam pemenuhan sumber makanan bagi manusia. Sedangkan petani adalah aktor utama dalam pemenuhan kebutuhan sayuran bagi masyarakat secara umum
khususnya perkotaan, yang mengandalkan supply sayuran dari pedesaan, perkebunan dan pertanian. Namun, seringkali petani kecil belum mendapatkan hasil secara optimal yang berpengaruh pada penghasilan dan kesejahteraannya. Padahal di satu sisi permintaan pasar akan sayuran terus meningkat. Analisis lapangan menunjukkan terdapat berbagai permasalahan pada petani kecil yaitu 1) minimnya lahan dan hasil produksi, 2) pemasaran yang terbatas di lingkup lokal, 3) distribusi dan pemasaran yang dikuasai oleh tengkulak dan pengepul, 4) belum adanya sistem modern dalam pemasaran agar hasil optimal, dan 5) tingkat persaingan dengan pemasok sayuran organik di swalayan yang lingkupnya lebih besar.
Materi yang diangkat pada tulisan ini adalah tentang upaya peningkatan pendapatan petani sayuran kecil dari aspek pemasaran dan distribusi produk di lingkup wilayah perkotaan. Petani kecil mempunyai kecenderungan hasil panen yang kecil dan terbatas sesuai bidang tanah yang mereka miliki. Padahal di satu sisi kebutuhan sayuran masyarakat semakin banyak, sehingga memberi kesempatan para pengepul dan beberapa oknum mafia pasar untuk menguasai harga pasaran, mengombang-ambingkan harga dan memperlambat distribusi. Hal ini tentu merugikan petani dan konsumen. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya sebagai solusi yang menguntungkan khususnya bagi petani kecil dan konsumen pada umumnya. Strategi bidang pemasaran yang dilakukan adalah dengan menggunakan sistem modifikasi supply chain manajement berbasis ekonomi syariah.
Supply chain manajement secara umum adalah suatu proses dimana produk diproduksi dan dikelola secara struktural dengan merujuk pada mekanisme jaringan rantai berkesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil dan harga jual. Modifikasi supply chain manajement ini menggunakan 3 metode yaitu metode centre of display, specially order dan delivery order. Ekonomi syariah disini secara umum mengandung arti pengelolaan organisasi pemasaran secara kolektif sekumpulan petani kecil berbasisl syariah/bagi hasil. Secara umum dijelaskan berikut ini.
Hal pertama yang dilakukan oleh petani kecil adalah membentuk organisasi semacam koperasi  di desa sebagai pusat manajemen, sehingga ini menghindari dari pengepul dan mafia pasar. Koperasi petani sayuran ini dikelola bersama berbasis syariah/bagi hasil, sehingga menguntungkan bagi petani kecil. Semua hasil produksi sayuran  bermuara di koperasi syariah desa dengan sistem bagi hasil. Selanjutnya adalah penerapan supply chain manajement di wilayah perkotaan yang membutuhkan banyak konsumsi sayuran. Secara spesifik metode aplikasi dari sistem supply chain manajement yang diterapkan adalah 3 metode yaitu metode centre of display, specially order dan delivery order.
Centre of display adalah metode distribusi yang pertama. Centre of display adalah metode pemasaran dengan mendirikan kios sayuran yang menyediakan sayuran secara langsung. Centre of display dikonsep seperti area khusus sayuran yang menyediakan sayuran segar dengan kualitas tinggi namun dijual dengan harga yang sesuai dengan standar pasar tradisional. Metode ini seperti perpaduan antara pasar swalayan dan pasar tradisional. Dilihat dari segi tempat dan kios yang digunakan menyerupai display sayuran yang ada di pasar swalayan. Kualitas sayuran juga beragam mulai dari yang kualitas tinggi, sedang dan rendah disesuaikan dengan harga dan kebutuhan. Namun disisi harga tetap mengikuti standar pasar tradisional.  Pasokan sayuran adalah dari koperasi sayuran yang ada di pedesaan. Sehingga mafia tidak bisa secara langsung menguasai harga pasar. Harga disesuaikan dengan sistem syariah dan manajemen koperasi. Adanya centre of display ini, konsumen tidak perlu khawatir dan bingung kemana harus memperoleh sayuan dengan kualitas baik secara mudah dan harga terjangkau. Tempat yang khusus menjual sayur tidak bercampur dengan yang lainnya seperti ikan, daging dan produk lain tentunya juga memberikan tingkat kebersihan yang terjaga.  Centre of display juga mempunyai cabang yang dinamakan branch of display. Branch of display merupakan tempat berjualan sayuran atau kios sayuran dengan proporsi yang lebih kecil namun tetap memperhatikan standar dan kualitas sayuran yang dijual. Branch of display ini berlokasi di daerah tertentu seperti perumahan, pasar tradisional dan masing-masing kelurahan bahkan tingkat RT. Hal ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat untuk memperoleh sayuran disekitar rumahnya.
Special order adalah metode yang kedua. Metode ini merupakan bentuk pelayanan khusus untuk konsumen sayuran dengan jumlah kebutuhan besar. Sebagai contohnya adalah rumah sakit, lembaga pemasyarakatan, pondok pesantren, rumah makan dan lain sebagainya. Konsumen ini memerlukan proporsi sayur setiap harinya dalam jumlah yang besar yang terkadang tidak terpenuhi hanya dari pasar tradisional saja. Selain itu, khusus untuk rumah sakit harus memberikan sayuran ataupun masakan yang bernilai gizi tinggi dari sayuran dengan kualitas yang baik. Hal ini perlu dijaga dan diperhatikan dalam memilih sayuran. Sehingga konsumen jenis ini tidak perlu ke pasar dan lebih menghemat waktu dan tenaga. Special order ini juga memberikan fasilitas “kartu pemesanan/order card”. Kartu ini berfungsi untuk mempermudah konsumen mendapatkan sayuran untuk keesokan harinya. Konsumen akan dapat mengira-ngira sendiri apa yang dibutuhkan besok, dan mengurangi adanya keminiman jumlah sayuran dengan resiko kehabisan sayuran. Kartu ini juga berfungsi untuk mempermudah dalam mengirimkan sayuran dengan cepat, efektif dan efisien.
Delivery order adalah metode yang ketiga. Layaknya sistem delivery order yang lainnya, petani dari koperasi sayuran juga dapat mengantarkan sayuran ke rumah-rumah sesuai pesanan. Seperti halnya tukang sayur keliling, namun delivery order dilengkapi dengan fasilitas “member card” yaitu kartu langganan yang setiap harinya akan dikirimkan sayuran sesuai keinginan. Perbedaan antara special order dan delivery order adalah tingkat konsumennya. Special order melayani konsumen di instansi tertentu dengan jumlah yang besar, sedangkan delivery order melayani konsumen dalam skala rumah tangga. Dengan demikian, sayuran akan dijual dengan lancar tanpa dikendalikan mafia pasar, petani mengelola sendiri sehingga pendapatan dapat optimal dan konsumen mendapatkan sayuran yang baik dengan cara yang mudah.
Metode di atas merupakan suatu sistem terpadu yang merupakan bagian dan modifikasi dari supply chain management yang melibatkan berbagi pihak dalam suatu sistem. Adapun pihak-pihak yang dapat membantu pengimplementasian program antara lain petani sayuran sebagai unit produksi dan pengelola, masyarakat sebagi konsumen, dan dinas atau instansi yang memerlukan supply sayuran dalam jumlah yang besar seperti rumah sakit, lembaga pemasyarakatan, rumah makan dan lain sebagainya.
Implementasi suatu program atau suatu metode tentunya memerlukan langkah strategis untuk mendukung keberhasilannya. Langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan dalam upaya pengimplementasian adalah 1) Membuat desain alur kerja koperasi sayuran berbasis syariah, 2) Membuat centre of display dan branch of display, member card dan kartu pemesanan. 3) Menjalin kerjasama dengan konsumen dengan kebutuhan sayuran skala tinggi seperti rumah sakit, lembaga pemasyarakatan, rumah makan dan lain sebaginya dengan menawrakan berbagai fasilitas yang dapat digunakan seperti member card dan kartu pemesanan. 4) Membeli dan mengambil sayuran dari petani sayuran di pedesaan. 5) Membersihkan, memilih dan menyortir sayuran sesuai dengan kualitasnya. 6) Mengemas dengan baik dan menarik agar terjaga kualitasnya. 7) Mengirim pada center of display, branch of display, konsumen yang memesan sayuran, serta ke konsumen dengan skala rumah tangga. 8) Memberikan kartu pemesanan sayur kepada konsumen untuk pemenuhan kebutuhan esok hari. 9) Menyiapkan pemenuhan kebutuhan sayur esok hari sesuai pesanan konsumen. 10) Mengecek stock sayuran dan mengelola mekanisme distribusi sayur.
Dengan demikian sistem modifikasi supply chain management  berbasis ekonomi syariah ini dapat dijadikan solusi dan alternatif baru dalam inovasi pemasaran sayur sehingga meningkatkan pendapatan petani sayuran. Adanya peningkatan pendapatan petani kecil tentunya dapat mengoptimalkan bonus demografi untuk pembangunan pertanian yang relevan.inovasi sistem sayuran ini juga berguna untuk masyarakat luas dalam memenuhi kebutuhan akan sayuran. Dengan demikian sistem ini diharapkan dapat menguntungkan untuk semua pihak baik petani sebagai produsen maupun masyarakat sebagai konsumen.
Share:

2 komentar:

  1. SIAP BELI SEMUA JENIS SINGKONG SEGAR KONDISI FRESS SAYA BAYAR KONTAN! Saya Bpk Heru alamat Malang - Jawa Timur Nomor Hp/Wa 081334272800 minim umur 10 bulan. Kebutuhan saya per minggu 200 ton untuk memenuhi pabrik makanan. Disamping beli saya jual singkong sortiran masih frees segar ukuran kecil untuk pakan ternak Rp 650/kg. Profil saya bisa dilihat di www.belisingkongsegar.blogspot.com & www.malangkambingdombasuper.blogspot.com NB: SAYA JUGA JUAL KAMBING BOER AUSTRALIA BOBOT BISA MENCAPAI 100 Kg, PERANAKAN ETAWA, JAWA RANDU, KACANG & DOMBA

    ReplyDelete
  2. Jual murah Pupuk Organik 100% asli KOHE KAMBING hasil produksi sendiri Rp. 600/kg kondisi sudah digiling lembut kemasan karung. Sudah terbukti pupuk organik dari kotoran kambing lebih bagus untuk tanaman sayur, palawija, padi dan tanaman perkebunan dari pada pupuk ornanik dari Kohe hewan lainnya. Siap kirim partai kecil dan besar. Bpk HERU di Malang - Jatim HP/Wa 081334273800 website www.malangkambingdombasuper.blogspot.com

    ReplyDelete

Kabar Pangan. Powered by Blogger.

Blog Archive