Info seputar pangan nasional dan dunia

Cara Optimalisasi Potensi Pertanian Indonesia




Sejarah pertanian di Indonesia sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu tepatnya pada masa purba megalitikum. Evolusi serta perkembangan IPTEK yang cepat membuat Indonesia mengenal beberapa
macam teknik pertanian. Dari yang awalnya hanya menanam dengan cara sederhana, sekarang berkembang menjadi menanam tanaman baik padi, jagung dan komoditas lain secara modern dengan bantuan alat dan teknologi canggih. Selain itu tata ruang, pupuk, dan irigasi juga sudah berjalan secara teratur.

Sejarah pertanian yang telah lama berkembang itulah yang menjadikan Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Berbagai macam varietas dan jenis tumbuhan mulai dari kelas biasa hingga kelas unggulan semuanya tumbuh subur terhampar di seluruh pelosok nusantara. Bahkan, di dalam buku 30 Tahun Indonesia Merdeka Jilid 1 dijelaskan bahwa pada masa itu Indonesia pernah mengirim bantuan 2.000.000 ton beras kepada India sebagai bentuk kerjasama di bidang ekonomi sekaligus membantu negara tersebut dari krisis pangan. Bagaimana dengan sekarang?

Melihat pada fakta-fakta yang ada, kita tentu tidak heran lagi bahwa kondisi pertanian di Indonesia semakin mengalami kemunduran baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Akhir-akhir ini kita sering mengimpor berbagai macam kebutuhan pangan dari luar negeri. Misalnya, beras yang dahulu adalah komoditas besar dan bahkan sampai swasembada ke luar negeri, sekarang hanya tinggal cerita.

Banyak problem yang mempengaruhi kemunduran pertanian kita. Seperti kesenjangan antara sektor pertanian dan sektor industri, semakin sempitnya lahan pertanian, serta minimnya kontribusi sumber daya manusia yang ahli dalam bidang pertanian.

Melihat problematika yang pertama, kebijakan Presiden Soeharto pada rezim orde baru terkait dengan revolusi hijau sebenarnya sudah sangat baik, akan tetapi pada pelaksanaannya masyarakat belum memaknainya secara maksimal. Program bibit unggul yang difasilitasi oleh tokoh diktator tersebut tidak memberikan kesejahteraan bagi para petani karena kurangnya pengetahuan dan sosialisasi.

Biaya operasional yang tinggi, serta hasil pertanian yang tidak stabil membuat para petani perlahan-lahan meninggalkan dunia pertanian dan mencari penghidupan yang lebih layak. Ditambah lagi dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang akan mencabut

subsidi pupuk mulai 2015 ini. Hal tersebut bertolak belakang dengan sektor industri. Pemerintah semakin intensif dalam pengadaan teknologi modern sebagai penunjang sektor industri. Hal tersebut membuat kesenjangan antara sektor industri dan sektor pertanian semakin jelas terlihat. Kesenjangan membuat para petani meninggalkan pekerjaannya dan lebih memilih urbanisasi dengan harapan memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Apakah 20 tahun lagi Indonesia masih memiliki generasi penerus di bidang pertanian?

Problematika yang kedua adalah semakin sempitnya lahan pertanian. Bertambahnya jumlah penduduk yang pesat membuat kebutuhan akan pemukiman semakin meningkat. Lahan pertanian (sawah) pun terpaksa disulap menjadi pemukiman atau bahkan perumahan mewah. Selain itu juga masih maraknya aksi borong lahan-lahan tidur maupun lahan sengketa secara ilegal yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu agar harga jualnya semakin naik. Hal ini jelas menghambat pemerintah dalam mempercepat swasembada beras dan komoditas lain.

Masalah yang terakhir adalah terbatasnya jumlah sumber daya manusia yang benar-benar berkontribusi nyata di bidang pertanian. Dalam kasus yang sering muncul, ribuan sarjana pertanian yang lulus setiap tahun pun, tidak sedikit di antara mereka yang tidak mengabdikan pengetahuan, dan keahlian mereka di sektor pertanian. Artinya banyak para sarjana pertanian yang tidak berkontribusi di bidang pertanian.

Lain halnya dengan kasus berikut, di daerah Kabupaten Batang Jawa Tengah, ada salah seorang tokoh inspiratif. Beliau memiliki latar belakang sarjana teknik. Beliau juga bahkan pernah dipenjara karena salah satu kasus. Meskipun beliau berasal dari latar belakang yang tidak ada keterkaitan sedikitpun dengan pertanian, namun kecintaannya terhadap pertanian sangat besar.

Beliau berhasil menyulap sepanjang bantaran sungai di salah satu daerah di Batang menjadi perkebunan mangga yang besar dengan memanfaatkan lahan tidur yang tandus dan kering. Selain itu beliau juga secara tidak langsung telah memberdayakan masyarakat sekitar dengan bertani mangga. Sampai sekarang usaha pertaniannya semakin luas dengan penghasilan yang cukup besar.

Berkaca dari ilustrasi diatas, pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kesejahteraan para petani dengan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.

Intensifikasi yaitu program yang bertujuan untuk menambah skala panen secara kualitas

dan kuantitas baik per unit maupun skala besar. Cara yang perlu dilakukan adalah yang pertama, dengan memberi subsidi pupuk dalam skala nasional, menjamin tersedianya pasokan bibit tanaman, membuat undang-undang pertanian yang lebih tegas untuk melindungi harga di pasar, sehingga harga jual yang fluktuatif dapat diatasi. Dengan kebijakan semacam itu, kesejahteraan petani akan lebih baik. Petani tidak perlu khawatir akan kerugian panen atau merosotnya harga jual hasil pertanian. Sehingga para petani merasa nyaman dan menikmati pekerjaannya.

Selanjutnya adalah program ekstensifikasi, program ini merupakan upaya perluasan area pertanian. Terkait dengan lahan tidur yang diklaim oleh pihak tertentu secara ilegal, pemerintah seharusnya membuat kebijakan tegas berupa sanksi pidana. Pemerintah harus serius menangani kasus ini, yaitu dengan cara pengambilalihan lahan secara paksa untuk dimanfatkan menjadi sektor pertanian. Dengan inisiatif memanfaatkan dari lahan tidur menjadi lahan pertanian, bukan tidak mungkin bahwa target 2.000.000 hektare lahan pertanian seperti yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dapat tercapai tanpa membuka lahan hutan, sehingga tidak merusak lingkungan seperti kabut asap yang menimpa saudara kita di Riau dan sekitarnya.

Wacana di tahun 2020 mengenai bonus demografi, artinya Indonesia memiliki lebih banyak angkatan kerja daripada usia non produktif dan tidak bekerja. Jadi, para sarjana pertanian seharusnya dapat memberikan kontribusinya lebih baik lagi kepada bangsa ini. Karena pemerintah sudah menghabiskan subsidi anggaran yang sangat besar di bidang pendidikan untuk membiayai studi para mahasiswa. Dengan adanya peran dan kontribusi sarjana pertanian, sumber daya manusia atau ahli di bidang pertanian juga akan semakin banyak dan bermuara pada kreatifitas. Sehingga inovasi-inovasi baru di bidang pertanian pun akan muncul.

Jadi, ketiga unsur di atas harus dapat dimaksimalkan oleh pemerintah melalui sebuah produk kebijakan baru. Dengan kebijakan yang meliputi kesejahteraan petani, memanfaatkan lahan tidur, dan peran sarjana pertanian, maka kondisi pertanian di Indonesia pun akan semakin meningkat baik dari segi kualitatif maupun kuantitatif. Dengan demikian hasil panen pun akan melimpah, sehingga dapat mencapai kemakmuran di bidang ketahanan pangan nasional dan bahkan swasembada pangan di era global ASEAN Economic Community 2015.





Share:

1 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    ReplyDelete

Kabar Pangan. Powered by Blogger.

Blog Archive